Oleh: rodin | 30.03.2007

McDonald 14045

Laper, gerimis, sendirian.

Oleh karenanya, saya menelepon 14045, mas BigMac yang paket 1, Panas 4
(apa iya?) yang pake dadar, sama kentang large 1.

Setengah jam kemudian datang.

“Ini pesenannya mas”

OK, pengantar ngecek, pengatar pulang, saya makan, udah laper.

Telepon berdering. RRRRRIIIIIIIIIIIIINNGGGGG

“Mas Romi? Double cheesenya udah dimakan belum? Saya tadi salah naruh
pesenan, mestinya BigMac saya antar DoubleCheese. Tapi beda harganya
sedikit kok.”,

“Berapa?”,

“Sebentar saya tanya ya”….

“Kalau double cheese 25xxx kalau bigmac 26xxx, jadi sekitar seribuan bedanya”,

“OK, ngga papa, biarin aja, dengan mas siapa ini?”,

“Denny”.,

“OK, ngga papa deh lain kali jangan salah ya?”, tutup dan nerusin
kentang goreng.

15 menit kemudian.

Tingtong, ada yang datang.

“Mas ini kelebihannya.”….

Rasanya terharu banget. Duitnya saya terima, saya tanda tangan. Cuman
1100 perak, tapi jujurnya itu lho.

Kisah nyata, bukan ngiklanin McD, hanya utk testing posting di
blogger pakai email

Update: kesimpulan pakai mail2blogger, saya masih belum tahu bagaimana cara memberi tag dan hurup italic.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori