Satu kata,
Jangan baca versi terjemahannya (Penerbit Taramedia Jakarta).
Eh jadi 7 kata ya.
Ya, versi terjemahan buku ini jelek. Seenaknya saja penerjemahnya mengartikan kata-kata Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Masa iya, semuanya ditulis padanan kata per kata dalam Bahasa Indonesia. Saya tidak selesai membaca buku ini (300 sekian halaman), yang saya baca sekitar 200an halaman lebih. Semakin ke belakang, semakin banyak saya temukan saalh keitk, yang sepele menurut saya. Bukankah sekarang setiap aplikasi word processor sudah menyediakan fitur pengecek ejaan? Bahkan yang gratis pun!
Secara samar-samar saya menangkap betapa menariknya kepribadian Raffles, tapi karena masalah-masalah penterjemahan dan cetakan, jadi berasa garing euy. Walaupun cerita di sekitar pembentukan Singapura sangatlah menarik, rasanya seperti main petak umpet dengan bos dan tetangga yang licik.
Sekarang hari Sabtu, ada janji bantuin temen pindahan dulu. Sebelum musim dingin datang. Brrrrr….