Oleh: rodin | 30.12.2007

Asal muasal nick

Kala itu, seingat saya internet di ITB mulai dipakai banyak orang (baca: mahasiswa umumnya). Satu-satunya cara berinternet paling murah adalah menjadi anggota cyberlib.itb.ac.id. Kalau nggak salah bayar Rp. 10.000 per lupa. Cyberlib merupakan warnet email-only. Kebijakannya dulu, hanya mahasiswa tingkat atas saja yang bisa mendaftar, dan saya masih tingkat cecunguk (a.k.a TPB).

Warnet email cyberlib terletak di lantai 2 perpus pusat. Saya termasuk pengunjung setia perpus hanya untuk memuaskan keingintahuan saya tentang Geodesi. Saya meminjam buku-buku Geodesi lama, Bomford salah satunya. It was amazing to read, although I don’t really understand what the hell he wrote. I really admire how math can be so practically used, despite we only got Calculus in the TPB year.

Saya sangat getol bertanya, apa bisa mendaftar di cyberlib, ke petugas cyberlib and the answer is no.

Suatu hari ketika saya meminjam salah satu buku, saya bertanya kepada seorang ibu yang saya lupa namanya. Beliau baik sekali. Akhirnya di ujung pembicaraan, saya bisa mendapatkan account email cyberlib, dengan menggunakan jatah beliau.

Sejak saat itu saya mulai melanglang buana menjelajah sistem operasi FreeBSD(?). It was fun, really. Saya juga berlangganan milis www-html. Akibatnya, Google sampai saat ini akan menunjukkan tingkat kebodohan saya untuk sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana cara unsubscribe? Saya juga mengirim email ke Pak Langley di Kanada, bertanya tentang GPS itu apa. Jawabannya sangat simpel, “Kenapa tidak bertanya ke Pak Abidin? Kan dia dosen elo” kira-kira begitu.

Cukup cerita tentang cyberlib. Pada akhirnya, saya juga jadi admin di cyberlib juga.

Suatu hari, ada teman, Farid namanya, dia anak elektro. Kala itu ada server chatting terbesar bernama thunderbolt. Saya pingin sekali dapat account. Dia bertanya ke saya, mau pake nick apa? rodin aja ya, kan situ pacaran sama si *** :D

Dan begitulah, walaupun saya tidak menikahi  si ***, saya tetap memakai nick ini. Although I knew sometimes later, that It was a name of a famous statue maker: Auguste Rodin.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.