Oleh: rodin | 7.02.2008

GPS di Indonesia

…waktu senggang sebelum ujian dimulai..

Apa sih GPS? GPS bukan benda, tapi sebuah sistem. Akan tetapi sudah salah kaprah menjadi nama benda yang nama panjangnya GPS receiver.

Singkat cerita, sang GPS receiver berfungsi untuk mendapatkan posisi (bukan lokasi) si GPS receiver dengan bantuan satelit GPS yang ada di angkasa. Sang GPS (sistem) sendiri terdiri dari satelit, penerima (receiver), dan stasiun kontrol. Fungsi satelit adalah untuk memancarkan gelombang elektromagnetik yang membawa kode waktu tiap-tiap satelit. Satelit-satelit ini diatur oleh stasiun kontrol supaya posisi satelit selalu dapat diketahui dalam tingkat akurasi tertentu dan sinkron dengan pergerakan bumi. Yang bagian ini rada rumit, so let’s skip it. Fungsi penerima adalah menerima beberapa (3 atau lebih) sinyal kode waktu satelit untuk dapat menghitung posisi antena penerima GPS. Singkatnya, kalau kita mengukur jarak sebuah pohon dari 3 pojokan kebun yang kotak dengan meteran, hanya ada satu titik yang pasti menjadi perpotongan meteran kita. Kalau 3 pojokan kebun itu diketahui koordinatnya, kita bisa menghitung dengan rumus pythagoras, koordinat si pohon. Si pohon ini adalah penerima GPS dan 3 pojokan kebun adalah satelit GPS.

Apakah GPS gratis? Penerima GPS harus beli (atau sewa), sesuaikan dengan ukuran dompet, buku tabungan, dan kartu kredit anda. Ada beberapa “tingkat” akurasi penerima GPS, yang sebanding dengan harganya. Mulai dengan tipe “navigasi” sampai tipe “geodetik”. Untuk keperluan biasa, tipe navigasi sudah cukup, ketelitian posisi yang tertulis di layar penerima GPS sekitar 5-10 meteran. Artinya, walau anda jalan 5-10 meter, koordinat yang diterima mungkin masih sama. Tipe geodetik bisa mengukur sampai (sub)milimeter. Tapi saya yakin, kalau bukan untuk keperluan buat peta, anda juga nggak akan bakalan beli atau mungkin cuma nyewa.

Jangan samakan GPS dengan ponsel yang anda harus bayar untuk SMS atau telpun. Kita bisa menggunakan sinyal satelit GPS tanpa duit keluar kantong. Jangan tanya saya kenapa bisa begitu, tanya yang punya satelit saja (DoD Amerika).

Now, setelah kita tahu posisi kita, masih ada yang kurang. Peta, tanpa ini, meskipun anda tahu anda sekarang di koordinat berapa, sampai seteliti apapun koordinat anda, anda tidak akan tahu lokasi anda, sampai koordinat itu di-plot di peta. Biasanya di penerima GPS tipe navigasi, petanya sudah dimasukkan ke dalam alat penerima. Kalau tidak ada, ya anda harus cari. Jangan harap peta bisa gratis (okay, mungkin gratis sampai skala tertentu). Yang saya tahu, Bakosurtanal saja menghabiskan 2 tahun untuk menyiapkan data pendukung peta (belum petanya lho!). Kalau mau lihat peta gratis, bisa dibuka eyang google atau tante yahoo. Mereka juga beli untuk ditampilkan di situs webnya.

Pernah suatu ketika saya mencuri-dengar pembicaraan seperti ini sekian tahun lalu di Bandung :

Mas-mas: Bang, jual GPS?
Abang penjual: Wah itu hanya bisa dipakai di Jakarta, Mas.

???

GPS bisa dipakai di dalam ruangan? Prinsipnya tidak. Ingat, ketika mengukur sang pohon di atas, anda harus mengukurnya dengan garis lurus. Kalau mencang-mencong, salahin yang pegang meteran atau meterannya sudah kendor. Jadi sinyal gelombang elektromagnetik dari satelit harus sampai di antena penerima GPS tanpa ada halangan, supaya “garis” sinyalnya tetap lurus.

Kita bisa melacak orang/benda dengan GPS? Prinsipnya, harus ada alat tambahan. Kenapa? ya, yang bisa diketahui kan posisi si penerima. Harus ada yang mengirimkan posisi ini ke si pelacak, sebelum si pelacak bisa melacak. Caranya? data posisinya dikirimkan lewat alat tambahan yang menggunakan radio, ponsel, SMS,  GPRS atau yang lain. Alat tambahan ini bisa digabungkan menjadi satu dengan alat penerima GPS sehingga lebih kompak.


Tanggapan

  1. Harusnya membaca postingan ini sebelum menyewa mobil yang pake NEVERLOST (GPS receiver) …. waktu di SJ dulu hehe ….

    Alasan DoD menggratiskan? Ya karena paragraf terakhir be’e hehe …

  2. aku dadi pengen tuku GPS soale jakarta kadang2 agak ribet nyari alamat.. tapi tak pikir2 tidak menambah produktivitas diriku, jadi buang2 duit saja. nanti2 saja kalo di emperan jembatan penyebarangan sudah banyak yg beli, baru lah aku beli hehehe… betul ora mas?

    #weby: nek ning jakarta, cukup minggir terus takon bik. hehehehe. mending mikirin macet tinimbang tuku GPS buahahahaha


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.