Oleh: rodin | 27.05.2008

Ah so… My Dear Old Friend

…capek ngurusi air dan bita :D

Baru saja saya bertemu dengan seorang yang sudah saya kenal sejak lama, yang selalu saya rasa, saya selalu mengekor kesukesannya.

Pertemuan bertiga yang tak direncana. Yang terjadi secara tiba-tiba, hanya karena saya ingin ke kota tempat tinggal dia, dan saya mengantar teman lama kakak saya, berpelesir melihat salah satu gereja terindah di dunia.

Alangkah terkejutnya saya, melihat dia di stasiun menjemput kita, tak ada yang berbeda, dia tetap seperti dulu – apa adanya, cara bicaranya, cara jalannya, cara dia ketawa, benar-benar sang masa tak membawa perubahan arti pada dirinya.

Hanya satu yang saya lihat dan dengar – sama sekali berbeda, saya rasa dia sedang jatuh cinta – sejak waktu yang lama.

Sudah sejak lama saya membaca jeritan hatinya, tak pernah saya membaca derita qolbu yang membawa gemuruh di dada, seperti pertama kali saya jatuh cinta kepada istri saya, walau saya merasa dia hampir putus asa.

Mendengar celotehnya, sambil berjalan di pinggir kali, setelah mampir sebentar di gereja, hmmm… saya bertanya dalam hati, adakah pengorbanan cinta sebesar ini?

Tiba-tiba pikiran saya bersenandung, mengandai-andai tentang apa itu cinta dan sang hati:

“It is the prominent problem that you cannot see what you want to measure, and even you have it measured, you don’t really know whether your measurement is correct”

Cinta, ah kadang artinya basi, kadang dia pula yang membawa sang bara api, membawa arti untuk anugerah kehidupan ini.

Lewat syair lagu, lewat jutaan SMS, berjam-jam ber-ym-ym, tiba-tiba kata-kata pendek gombal itu tersirat dalam hati: I love you my dear baby.

Ah, wahai temanku, kudoakan dia akan segera hadir untukmu, menuntasi masa yang panjang menunggu sebuah kalimat yang akan sangat berarti untukmu.

und für Meine Frau, Ich liebe dich, mein Schatzi.


Tanggapan

  1. mi, memang cinta itu datang dan pergi tanpa kita tahu kapan. tapi cinta itu harus terus dipupuk kalo nggak mau hilang. Apalagi kaya kami mi…. jauhan sama istri. Nek aku ra iso mbayangno….:(

    [:) - Romi]

  2. Romi, kawanku, sobatku, tanpa kita sadari dunia begitu banyak berubah ya. Aku kangeen karo kowe e ROOOm
    [pan kapan ketemuan yo je hehehe-Romi]


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.