…karena tidak konsen antara mata, kaki, tangan, hati, dan mulut dua hari terakhir ini
–
Hatiku hanya buatmu,
Takkan kita berpisah lagi,
Mungkin hanya di selebaran,
Gamblang, kau adalah sang bintang pujaan
O, cintaku! Hanya dalam petang,
Kau takkan melihat kilau di jalanan,
Saat itulah, kau akan memikirkanku,
Kar’na hanya denganmu, kuberbagi hidupku
Saat fajar, kita kan berpendar bersama,
Ku selalu berujar: aku selalu di sini untukmu, selamanya
Bicaraku, ku akan menjadi temanmu,
Sumpahku, ‘kan kupenuhi selalu
Kini sang hujan merintik tiba.
Dan kar’na kita masih bersama,
Kutawarkan padamu teduhku.
Ya teduhku, untukmu
–
Ya, begitulah kira-kira kata sang Penyanyi
(cemmanapulaini!ngasal!)